Text
Memories of Name
DUA PULUH NYAWA MELAYANG AKIBAT LEDAKAN DI SUATU BANK SWASTA
Judul artikel yang ramai menghiasi berbagai media pemberitaan siang itu masih melekat di benak sesosok perempuan bergaun putih. Pelaku langsung menyerahkan diri usai melakukan aksinya dan mengakui perbuatannya didorong oleh sakit hati lantaran sang istri mengalami keguguran. Sang istri, yang merupakan pegawai bank tersebut, diduga terpeleset di tangga akibat ada seseorang yang menumpahkan air dan tidak membersihkannya. Perempuan malang itu segera dibawa ke rumah sakit, tapi nyawa bayinya tidak terselamatkan.
Menurut pelaku peledakan, seandainya saja sosok yang menumpahkan air itu—atau pegawai lainnya—bersedia untuk peduli sedikit saja pada keselamatan orang lain, dia dan istrinya tidak akan kehilangan bayi yang sudah mereka nantikan selama sepuluh tahun tersebut.
“Kau kalah lagi.” Lelaki berjubah hitam yang berdiri di depan perempuan bergaun putih menyeringai penuh kepuasan. “Sudah kubilang kan, manusia itu makhluk egois. Mereka hanya mementingkan diri sendiri!”
Perempuan bergaun putih tidak menyahut. Berawal dari keyakinannya pada umat manusia, dia mengiakan ajakan laki-laki berjubah hitam untuk bermain dengan mempertaruhkan wilayah kekuasaan mereka. Pada pertaruhan terakhir, dia bertaruh pada orang yang menumpahkan air tersebut. Dia begitu yakin orang itu tidak akan berlalu begitu saja, tapi dia salah. Yang lebih parah, orang itu memilih bunuh diri usai mengalami luka bakar parah akibat ledakan tersebut
| BO.25.2204 | 899.221 Zet m | My Library (800-899) | Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada2026-10-14) |
Tidak tersedia versi lain