Text
Cahaya Cinta Gus Azzam
"Hidup bagaikan berjalan di atas tali. Kapan dirimu lengah, maka akan jatuh entah kemana. Begitulah diri tanpa iman. Maka akan tersesat kehilangan arah." Gus Azzam.
Hana sadar jika ia adalah gadis nakal yang kehilangan arah. Siapa sangka, takdir malah mempertemukannya dengan Azzam putra sulung Kiyai dari pondok pesantren Al-Furqan.
Ketika takdir kembali mempertemukan mereka setelah berpisah sejak kecil, Azzam melihat cahaya dalam diri Hana yang bahkan tidak disadari oleh gadis itu sendiri. Hana yang memberontak dipaksa menghadapi dunia baru sekali asing baginya, dunia pesantren dengan aturan-aturan ketat dan jadwal padat. Hana bersumpah akan melarikan diri. Namun kecelakaan tragis mengubah segalanya-Azzam terbaring koma, meninggalkan Hana di persimpangan hidup yang tak terduga.
Di tengah lingkungan pesantren yang asing, Hana justru menemukan dirinya yang hilang. Gadis pembangkang itu kini berjuang menyelesaikan hafalan Al-Qur'an yang terputus, berharap suara lantunan ayat-ayat suci mampu membangunkan Azzam dari tidur panjangnya.
Tapi pertanyaannya-jika Azzam membuka mata, siapakah yang akan ia lihat? Gadis pemberontak yang sama, atau seseorang yang telah menemukan cahayanya sendiri?
| BO.25.2192 | 813 Ins c | My Library (800-899) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain